Selasa, 26 Februari 2013

AUDIT KUALITAS OUTPUT: AUDIT HAL "GAIB"?


Sebuah proses menghasilkan dua macam output berdasarkan aspek penilaiannya: yang pertama adalah output yang dinilai berdasarkan kuantitas (kuantitatif), yang kedua adalah output yang dinilai berdasarkan kualitasnya (kualitatif). Output yang dinilai berdasarkan kuantitas biasanya merupakan output yang dihasilkan melalui produksi berupa barang sedangkan output yang dinilai berdasarkan kualitas biasanya dihasilkan melalui produksi berupa jasa. Cara menentukan hasil kinerja berupa output itu tergantung dari jenis apakah output tersebut, untuk output yang berorientasi pada kuantitas, cara mengaudit kinerjanya hanya menghitung berapa banyak output yang dihasilkan pada periode tertentu.
Lalu bagaimana dengan output yang berorientasi kualitas? Bisakah kita meraba kualitas? Bukankah kualitas hanya bisa dirasakan? Bukan dihitung atau diukur?
Baiklah, saya akan mencoba memberikan gambaran. Bagaimana output dihasilkan? Output dihasilkan dari adanya input yang diproses. Tanpa adanya input, tidak ada yang dapat diproses sehingga menghasilkan output, tanpa adanya proses, input tetaplah input. Jadi syarat output adalah adanya input dan proses pengolahannya. Kualitas output ditentukan oleh input dan prosesnya. , di sekolah-sekolah, pelajar, pengajar, fasilitas penunjang menjadi input, kegiatan belajar mengajar dan program pengembangan diri menjadi proses pencetakan output, dan lulusan dari sekolah tersebut menjadi outputnya. Bagaimana cara menilai kualitas output dari sekolah tersebut? Mudah sekali, tinggal dilihat saja bagaimana cara lulusan tersebut menjadi berguna dari proses yang telah dijalani. Semakin berguna dia dengan apa yang telah dia dapatkan melalui proses belajar mengajar, semakin berkualitaslah dia. Begitu pula dengan output dari program-program lain, output semakin berkualitas jika berguna dalam hal pelayanan (nilai outcome yang tinggi).
Lalu, apa sajakah teknik yang digunakan dalam mengukur output yang bersifat kualitatif tersebut? Berikut ini merupakan teknik-teknik dalam mengukur kualitas output:
1.   Mengukur nilai ekonomi, efisiensi, dan efektifitas kinerja.
Teknik ini digunakan untuk mengukur seberapa baikkah sebuah entitas mengolah sumber dayanya.
2.   Menilai kualitas output berdasarkan kunci keberhasilan output.
Mula-mula ditetapkan kriteria keberhasilan output, lalu ditentukan apakah criteria keberhasilan tersebut dipenuhi atau tidak.
3.   Mengukur indikator kinerja
Menentukan apakah sumber daya yang diolah sudah benar, pengolahannya sudah benar, dan outputnya menghasilkan outcome dan benefit.

Link:
4.   www.gao.gov
7.   www.vtv.fi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar